Berita Tsunami – Berita Utama – Tsunami Jepang dan Gempa Tahoku: My Heart Goes to Speech Jepang

By: kabarindonesiapagi

Jul 21 2012

Tags: , , , , , , , , , , ,

Category: Uncategorized

Leave a comment

Saudara-saudara saya tidak mungkin berdiri di podium hari ini di nama sebuah LSM atau pemerintah tapi saya menyatakan bahwa pada saat ini saya akan udara kekaguman saya kepada rakyat Jepang.

Saat itu Maret UTC sekitar Jumat ketika Higashi Nihon Daishinsai Timur Jepang Gempa terjadi dengan besarnya . -nya. Itu adalah gempa bawah dorong mega yang mendorong sebuah meter panjang gelombang yang melakukan perjalanan hingga mil di pedalaman Jepang. Akibatnya . orang tewas setidaknya . infrastruktur rusak lebih dari juta rumah tidak memiliki pasokan listrik dan lebih dari satu juta dari mereka tidak memiliki air. Belum lagi jalan yang rusak bendungan dan kebakaran yang pecah setelah gempa dan ledakan dari reaktor nuklir.

Untuk seseorang yang tidak tahu asal-usul tsunami saya akan memberikan gambaran umum.

Tsunami yang berasal dari dua kata Jepang tsu dan nami yang berarti gelombang pelabuhan yang terutama dihasilkan oleh dislodgement dari volume air yang signifikan karena berbagai sebab termasuk gempa bumi yang mendorong pembentukan besar dari gelombang melalui gravitasi. Jika gempa bumi adalah salah satu yang terkait dengan deformasi kristal bumi berarti itu adalah tektonik di alam itu menghasilkan untuk perpindahan air di atas kerak cacat. Ini kerak cacat jika tidak disebut sebagai kesalahan dorong dengan cepat bergerak karena komponen vertikal gerakan dan hasil ini bergerak cepat untuk tsunami.

Ketika saya melihat video saya mati rasa oleh adegan horor yang saya tidak pernah berpikir saya akan menyaksikan hari itu. Tapi di tengah gerutuan mengejutkan bangunan jatuh dan mobil-mobil mengambang saya melihat satu hal yang saya tidak akan lupa dalam hidup saya. Ada seorang pria berjalan di jalan utama. Langkahnya adalah stabil sejak gempa mulai sampai kapal mencapai kota. Saya ditangkap oleh karakter mantap dari orang Jepang di tengah-tengah kekacauan dan kekejaman. Mondar-mandir itu stabil. Meskipun beberapa orang berlari aku bahkan bisa mengatakan bahwa berjalan mereka tidak panik. Ini adalah langkah kokoh dihitung yang bukan produk lonjakan adrenalin tetapi dari pikiran sadar setelah perenungan situasi. Banyak orang kehilangan orang yang mereka cintai dan Anda bisa melihat rasa sakit di wajah mereka saat mereka berseru hati mereka. Tapi itu bukan teriakan putus asa tapi kesepian setelah penerimaan dari fakta bahwa orang-orang sedang beristirahat di hadapan Sang Pencipta.

Setelah beberapa hari saya melihat bagaimana orang bereaksi terhadap bencana tersebut. Rumah dibuka supaya setiap orang yang lapar dan tunawisma mungkin berlindung di rumah salah satu dengan ketentuan bahwa mereka dapat berkumpul bersama untuk menikmati sup panas dan ketentuan jarang untuk memuaskan rasa lapar mereka. Tidak ada pencuri mengambil barang-barang dari rumah siapa pun bahkan jika itu buka jam dalam sehari hari seminggu. Saya melihat keluarga miskin berpesta sup mereka memasak di dekat pantai dan aku bisa melihat senyum mereka karena mereka menghirup aroma kaldu. Mereka tidak pernah membenci laut untuk tragedi itu bukan saya mendengar seseorang menghargai aroma sup dan berkata Aku bisa mencium bau laut dalam sup ini dan dia menyenangkan selesai mangkuknya.

Saat ini bahkan zona komersial menderita produksi lambat terutama sektor transportasi dan banyak perusahaan asing memutuskan untuk meninggalkan daerah. Perkiraan biaya kerusakan akibat tsunami dan gempa bumi terakhir di Jepang diperkirakan Miliar oleh Bank Dunia suatu jumlah yang bisa sampai dari GDP negara itu. Ini adalah salah satu penyebab lambatnya pertumbuhan produk domestik bruto Jepang. Meskipun demikian pemerintah Jepang menunjukkan dirinya untuk bersikap optimis dalam upaya bersemangat untuk merekonstruksi perekonomian.

Tidak ada yang di jalan yang tidak bertanggung jawab menyatakan bagaimana pemerintah. Tidak ada yang berteriak terhadap perdana menteri atau orang-orang terkemuka di daerah tersebut. Anda tidak akan melihat bungkus mie dengan wajah para politisi dicantumkan pada mereka. Semua dapat Anda dengar adalah optimisme dan tidak lebih. Jepang telah mengajarkan dunia pelajaran. Hal ini menunjukkan harapan di tengah-tengah kekacauan karena orang melihat masa depan di luar puing-puing dan rasa lapar yang mereka rasakan.

Orang-orang kita hidup di dunia di mana gempa terjadi pada permukaan bumi atau di dalam hati kita. Tragedi datang dan mencari beberapa cara untuk mengatasi dengan mereka. Tapi sebenarnya kehidupan telah memberi kita solusi. Hati yang mantap sikap positif dan iman ini membentuk kecepatan tetap yang tidak hanya orang Jepang memiliki tapi oleh semua orang yang belajar bahwa kehidupan tidak didefinisikan oleh peluang tetapi dengan sikap. Terlepas dari berita di TV dan laporan sering gempa susulan saya bisa melihat negara bersinar dengan kebanggaan seperti tumbuh lebih tinggi dan stabil melalui tes kali.

Untuk rakyat Jepang saya menyampaikan kepada Anda kekaguman saya serta doa tulus saya kepada Tuhan Allah SWT melalui Anak-Nya Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat. Semoga Dia membuat Anda di bawah naungan sayap-Nya dan memeluk dasar dari masa depan Anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: